Melestarikan bahasa dan budaya Jawa melalui prestasi, kreativitas, dan kecintaan terhadap bahasa ibu.
SD Negeri Tegalsari 2 kembali menorehkan prestasi melalui keikutsertaan siswa dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kecamatan Candimulyo tahun 2026. Kegiatan yang diselenggarakan pada 8 September 2026 di SDN Candimulyo 2 ini diikuti oleh perwakilan siswa dan siswi dari seluruh sekolah dasar negeri (SDN) se-Kecamatan Candimulyo. Dalam kegiatan tersebut, siswa SD Negeri Tegalsari 2 berhasil meraih sejumlah penghargaan pada berbagai cabang lomba.
Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah. Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal, mempelajari, dan menggunakan bahasa Jawa sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.
Empat Prestasi Siswa SD Negeri Tegalsari 2
Dalam FTBI tingkat Kecamatan Candimulyo tahun 2026, perwakilan siswa SD Negeri Tegalsari 2 berhasil meraih prestasi pada empat cabang perlombaan. Adapun hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut:
-
Juara 2 cabang ndagel ijen, yaitu penampilan komedi tunggal berbahasa Jawa yang mengasah kreativitas dan kemampuan berekspresi.
-
Juara Harapan 1 cabang nulis cerkak, yaitu menulis cerita pendek berbahasa Jawa dengan memperhatikan kreativitas dan kemampuan menyusun cerita.
-
Juara 3 cabang nulis maca aksara Jawa, yaitu keterampilan menulis dan membaca aksara Jawa sebagai salah satu warisan budaya daerah.
-
Juara 3 cabang sesorah, yaitu keterampilan berpidato atau menyampaikan gagasan menggunakan bahasa Jawa dengan baik.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa siswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan beragam keterampilan berbahasa, mulai dari berbicara di depan umum, menulis cerita, hingga mengenal aksara Jawa. Setiap cabang lomba memberikan pengalaman belajar yang berbeda sekaligus mendorong siswa untuk berani menunjukkan kemampuan mereka.
Menumbuhkan Kecintaan terhadap Bahasa dan Budaya Jawa
Keikutsertaan dalam Festival Tunas Bahasa Ibu tidak hanya berorientasi pada pencapaian juara. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran yang membantu siswa memahami pentingnya menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah perkembangan zaman.
Bahasa Jawa memiliki nilai budaya yang erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat, termasuk tata krama, kesantunan, dan penghormatan kepada orang lain. Dengan mempelajari bahasa Jawa melalui kegiatan yang menarik dan kompetitif, siswa dapat membangun kebanggaan terhadap identitas budaya mereka sejak usia sekolah dasar.
Selain itu, perlombaan seperti FTBI melatih keberanian, kedisiplinan, ketekunan, kreativitas, serta kemampuan siswa untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan. Pengalaman bertemu dan berkompetisi dengan peserta dari sekolah lain juga dapat memperluas wawasan serta menumbuhkan sikap saling menghargai.
Menjadi Motivasi untuk Terus Berprestasi
Prestasi yang diraih dalam FTBI tingkat Kecamatan Candimulyo tahun 2026 menjadi pencapaian yang patut disyukuri sekaligus motivasi untuk terus belajar. Penghargaan ini diharapkan dapat mendorong siswa SD Negeri Tegalsari 2 untuk semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi, khususnya dalam bidang bahasa dan sastra Jawa.
Sekolah diharapkan terus memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal dan melestarikan budaya daerah melalui pembelajaran maupun kegiatan pengembangan bakat. Dengan dukungan sekolah dan keluarga, generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang berprestasi sekaligus memiliki kepedulian terhadap warisan budaya bangsa.
Melalui Festival Tunas Bahasa Ibu, SD Negeri Tegalsari 2 turut mengambil bagian dalam upaya menjaga bahasa Jawa agar tetap hidup, dikenal, dan dicintai oleh generasi penerus.
